Skip to main content

Surat dari Seorang Sahabat


toek Sahabatku,,,


Salamualaikum sayanggg,,,

Ukhtii,..
Selamat untuk semua yang telah kau capai.

Sekarang kau sudah bertambah dewasa, ku rasa
tulang-tulangmu
telah sanggup menopangmu tuk melangkah dalam

berbagai area kehidupan.
Dan sel-sel tubuhmu telah berkembang penuh sehingga
telah mantap

membantumu meraih cita-citamu.
Pertanyaannya,,

Kemana kamu akan menuju???
Semoga kamu telah mampu menemukan tempat yang stabil

tuk berpijak,
Semoga kamu telah mampu menemukan jalaannn...
yang agak tidak mudah,
tapi mampu tuk menambahkan makna pada hidupmu

yang semakin indah.
Ku lihat matamu yang semakin bersinar,

pertanda bahwa kau telah mampu menatap jernih isi dunia.
Menatap dengan pandangan positif apa pun itu
yang mungkin merintangi jalan mu, tapi tak sanggup

tuk menghambat langkahmu.
Dan ku yakin, bukan hanya mereka,,,

Pada saatnya, akan ada yang kan mulai menemanimu

yang telah ditentukan Allah untukmu...


Untuk itu,,

bersiaplah dini.....
Jagalah selalu fisikmu, apa yang kau makan
dan apa yang kau minum, sehingga yang lahir melaluimu

kan punya bekal yang baik untuk menjalani hidupnya,,
Tiap memungkinkan, singgahlah di tiap mata air pengetahuan
yang disana kan kau temukan keberartian usaha yang telah

dicapai oleh orang-orang yang terdahulu...
Sediakanlah waktu untuk berlatih kesabaran,,

Tiap kali dibutuhkan, ambillah dua detik untuk menepi

dan tersenyum merenungi apa yang baru saja kau alami...
Setiap kali diperlukan, ada dua Malaikat di pundakmu...

Satu untuk menyusun Curriculum Vitaemuuuu, dan satu lagi
untuk mengingatkanmu bahwa ada konsekuensi untuk tiap

keputusan seringan apa pun itu.


Pungutlah hikmah walau berserakan,,
Tambahlah terus bekalmu untuk pengabdianmu pada ummat..
Kamu pasti tau seperti apa yang Nabi Muhammad SAW sampaikan..
Yang terbaik diantara ummat adalah yang paling banyak

memberikan kontribusinya,,,

Dan untuk itulah, untuk amanat itulah kamu ada di dunia ini.


Selamat menempuh hidup yang penuh arti Ukhtiiii......



Jokjakarta, 22-07-2005
From Ur Beloved Friend,,,
Bieba

Comments

Popular posts from this blog

:: Do'aku ::

Wahai Pencipta segala yang tercipta, Wahai Penyembuh segala yang terluka, Wahai Yang Menyertai segala kumpulan, Wahai Yang Menyaksikan segala bisikan, Wahai Yang Dekat dan Tidak berjauhan, Wahai Yang Menemani semua yang sendirian, Wahai Penakluk yang Tak Tertaklukkan, Wahai Yang Mengetahui segala yang gaib, Wahai Yang Hidup dan Tak Pernah Mati, Wahai Yang Menghidupkan yang mati, Tiada Tuhan kecuali Engkau,Mahasuci Engkau, Aku bermohon kepada-Mu Yang Empunya Pujian, Wahai Pencipta langit dan bumi, Wahai Pemilik Kerajaan, Wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan. Aku bermohon agar Engkau sampaikan shalawat  kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Berilah jalan keluar dan penyelesaian dalam segala  urusan dan dari segala kesempitan. Berilah rezeki dari tempat yang aku duga dan dari  tempat yang tak aku duga. Amin ya Rabb ya Rabbal 'alamin...

:: Sekilas Tentang Sejarah Al-Azhar Asy-Syarif ::

A dalah Mesir, kota klasik yang penuh dengan seabrek sejarah dan peninggalan. Perjalanan historis masyarakatnya dibawah kekuasaan Dinasty Romawy Binjantium telah mencapai suatu tatanan masyarakat yang hidup diatas paradigma nilai-nilai ke-islamian. Hal ini dapat kita saksikan lewat arsitektur bangunan dan menara-menara yang menjulang tinggi, sehingga gelar kota seribu menara pun disandang  olehnya. Mesir yang diekspansi oleh Arab pada tahun 20 H /641 M, ketika itu berada dibawah jajahan kebiadaban kekuasaan Bijantium. Dengan masuknya imperialisme Dinasty Romawi ideologi animisme yang dianut komunitas Mesir ketika itu dihapus kesatu ideologi Nasrani absolut yang menjadi agama resmi bagi negeri-negeri jajahan Dinasty Romawi. Al-Azhar yang ketika itu berkiblat kepada ajaran syi'ah dibawah kepemimpinan Dinasty Fatimy dan Dinasti Fatimy manjadikan Mesir sebagai sentral pergerakannya. Dari sini terdapat indikasi bahwa Al-Azhar memiliki akar sejarah yang bertautan dengan Dinasty Fatimy...

Tuesdays with Morrie

Selasa bersama Morrie, Sebuah kisah nyata, pelajaran tentang Makna Hidup Mitch Albom Morrie tahu ia jadi korban nasib yang tak ada alasannya. Yang menarik adalah bahwa ia tak memilih untuk menjadi marah dan membuat oranglain jadi korban. Harapan baginya adalah ketika ia memberi. Mungkin dengan sedih dan getir dan rapuh. Tapi akhirnya ia memberi tahu kita : tetap saja ada orang yang berbuat baik, juga dalam kekalahannya. Bukankah itu juga harapam? (Goenawan Mohammad dalam "Harapan", Catatan pinggir, Tempo) Ku tutup lembaran buku " Selasa Bersama Morrie " karangan Mitch Albom dengan memejamkan mata. Saat itu, ku berada di sebuah desa pinggiran kota Cairo. Sebuah desa asri dimana salah satu keajaiban dunia, Pyramida dan Spinx berdiri dengan kokohnya. Sebuah desa masyhur di kota Cairo, Giza namanya. Ku duduk di balkon lantai tiga sebuah rumah Islami. Rumah teman yang sangat aku sayangi, Iman. Seorang gadis Mesir cantik, dengan hidung bangir, kulit putih merona inda...