Skip to main content

Ain Shams Sore ini

Ku sendiri duduk dipojokan Masjid yang sepi
Ain Shams sore ini tampak berseri
Seperti biasa ku pandangi sekitar diri
Hanya kutemu muda-mudi yang berwarna-warni
Tak lengang dari fikirku indahnya Ain Shams sore ini
Kampus tercinta empat tahun telah kududuki
Ku lihat ada CINTA terpaku dalam hati
Ku rasa ada SAYANG terpampang dalam diri
Akan indahnya kampus yang menjulang tinggi
Empat tahun bak sinar matahari
Kecepatan sinarya tembus cepat menerangi bumi
Dan apakah yang tlah ku dapat dari Ain Shams ini?
Termenung ku berfikir menyendiri,
Menyelami lautan memori
Tertegun ku dalam satu fikri
Apakah yang dapat ku bagi kepada Bangsa sendiri?
Ya,
Rasa diri seperti bangsa jahili
Ya,
Rasa diri seperti orang tak mengerti
Ya,
Rasa diri seperti tak berarti
Al-'Ashriiiiiii...
Insan dalam keadaan merugi
Dari usia dini sampai kini
Apakah yang telah ku kerjai?
Apakah yang telah terjadi dengan diri?
Adakah terdapat ilmi dalam 'akli?
Selalukah diri dekat dengan Illahi??
Ain Shams sore ini...
Menguak habis isi qalbi dan fikri...
Rabbii...
Ighfirli Dzanbiiii...


Cairo, 3 November 2008


Comments

Popular posts from this blog

:: Do'aku ::

Wahai Pencipta segala yang tercipta, Wahai Penyembuh segala yang terluka, Wahai Yang Menyertai segala kumpulan, Wahai Yang Menyaksikan segala bisikan, Wahai Yang Dekat dan Tidak berjauhan, Wahai Yang Menemani semua yang sendirian, Wahai Penakluk yang Tak Tertaklukkan, Wahai Yang Mengetahui segala yang gaib, Wahai Yang Hidup dan Tak Pernah Mati, Wahai Yang Menghidupkan yang mati, Tiada Tuhan kecuali Engkau,Mahasuci Engkau, Aku bermohon kepada-Mu Yang Empunya Pujian, Wahai Pencipta langit dan bumi, Wahai Pemilik Kerajaan, Wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan. Aku bermohon agar Engkau sampaikan shalawat  kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Berilah jalan keluar dan penyelesaian dalam segala  urusan dan dari segala kesempitan. Berilah rezeki dari tempat yang aku duga dan dari  tempat yang tak aku duga. Amin ya Rabb ya Rabbal 'alamin...

Tuesdays with Morrie

Selasa bersama Morrie, Sebuah kisah nyata, pelajaran tentang Makna Hidup Mitch Albom Morrie tahu ia jadi korban nasib yang tak ada alasannya. Yang menarik adalah bahwa ia tak memilih untuk menjadi marah dan membuat oranglain jadi korban. Harapan baginya adalah ketika ia memberi. Mungkin dengan sedih dan getir dan rapuh. Tapi akhirnya ia memberi tahu kita : tetap saja ada orang yang berbuat baik, juga dalam kekalahannya. Bukankah itu juga harapam? (Goenawan Mohammad dalam "Harapan", Catatan pinggir, Tempo) Ku tutup lembaran buku " Selasa Bersama Morrie " karangan Mitch Albom dengan memejamkan mata. Saat itu, ku berada di sebuah desa pinggiran kota Cairo. Sebuah desa asri dimana salah satu keajaiban dunia, Pyramida dan Spinx berdiri dengan kokohnya. Sebuah desa masyhur di kota Cairo, Giza namanya. Ku duduk di balkon lantai tiga sebuah rumah Islami. Rumah teman yang sangat aku sayangi, Iman. Seorang gadis Mesir cantik, dengan hidung bangir, kulit putih merona inda...

:: Lahjah Gaul ('Ammiyah) Mesir Part.1 ::

Pengen Gaul & Smart,..??? " Kuasai  Bahasa Amiyah Dunk…!!" Mukaddimah Dalam kehidupan sehari-hari yang notabene Mesir Abis, kita sebagai mahasiswa dan mahasiswi Al-Azhar dan Universitas Tinggi lainnya, pasti bakal ketinggalan banget kalo kita sama sekali tidak mengerti bahasa gaulnya orang-orang Mesir, dan itu biasa kita panggil dengan sebutan bahasa Amiyah.. Keberadaan bahasa Amiyah (bahasa gaul) di tiap-tiap masyarakat adalah sebuah keniscayaan, dalam artian setiap Negara itu pasti mempunyai bahasa baku Negaranya sendiri dan bahasa sehari-hari yang biasa dipakai dalam keseharian masyarakat itu sendiri. Di Negara Mesir ini, sangatlah berbeda antara bahasa Arab fusha dengan bahasa Amiyah, walaupun sebenarnya bahasa Amiyah itu jika kita tahu akan asal-usulnya, aslinya berasal dari bahasa Arab fusha itu sendiri. Ragam dari bahasa Amiyah pun berbeda-beda, jika kita banyak bergaul dengan orang-orang Mesir, maka dari situ kita akan mengetahui ada perbedaan antara yang satu...